Senin, 28 Mei 2018

PANCASILA TAKDIR TUHAN

Proklamasi Indonesia 17 Agustus 1945 merupakan pintu gerbang Kemerdekan Indonesia yang dikumandangkan langsung oleh Ir Soekarno dan Hatta yang pada saat itu merupakan perwakilan pejuang kemerdakaan baik dari kalangan tua maupun kalangan muda, setelah Proklamasi usai dibacakan Ir. Soekarno mengalami kegundaan hati mengenai asas dan arah Negara yang baru merdeka tersebut.
Perjuangan untuk menjadi sebuah bangsa baru dan Negara Baru pertama kali muncul pada Konsensus pertama sebagai bangsa yakni sumpah pemuda 28 Oktober 1928 yang merupkan ikrar secara simbolis pemuda pemudi pejuang yang diwakili para delegasi berbagai daerah, pada awalnya perlawanan terhadap belanda oleh rakyat Indonesia hanyalah semangat Pramordial atau kedaerahan, Kerajaan sehingga yang ada hanyalah Etno Nasionalisme yang cenderung terpecah-pecah, reaksoner dan jangka pendek, dari refleksi perjuangan tersebut dikemudian hari sosok-sosok pejuang Nasional yang mulia bermunculan berembuk lempar gagasan dengan berbagai analisis  sehingga menghasilkan reformulasi arah gerakan perjuang Indonesia dan sampailah pada gagasan sumpah Pemuda tersebut dengan mengusung satu semangat, rasa dan karsa yang sama  persatuan Indonesia (Nasionalaisme)

Sebuah system haruslah tahan terhadap berbagai macam kritikan, tempaan zaman dan tentunya memiliki basis filosofis dan Teologis yang utuh sebab dari perjalanan bangsa-bangsa telah sangat banyak system yang diuji cobakan dalam setiap Negara dan akhirnya runtuh baik coraknya demokrasi liberal,sosialis, Komunis hingga Mix System.

Sebuah system Negara lahir dari akar peradaban bangsa tersebut, contoh AS dengan Demokrasi liberalnya hal itu disebabkan peradabannya yang cenderung Homogen, Induvidualistik dan Liberal sehingga  melahirkan system demokrasi leberal beda halnya dengan beberapa Negara di Timur tengah yang akar peradabannya yang di Dominasi unsur Agama Khususnya Islam yang cenderung Heterogen bersuku-suku setiap suku memiliki pemimpin suku dan masyarakat suku harus patuh pada pimpinan suku sehingga ketika di injeksi dengan ajaran Agama akan melahirkan bentuk Negara Teokrasi,

lalu bagaimana Denga Indonesia?

Indonesia yang dahulunya merupakan hamparan kerajaan yang memiliki corak peradabannya yang berbeda-beda. Pada fase awl kemunculan organisasi-organisasi sebagai upaya mengorganisir kader-kader pejuang muncullah berbagai macam ormas seperti, Serikat Priyai, Budi Utomo, SDI kemudian berubah menjadi SI, Muahammadiyah, NU, organisasi  etnis Cina dan Arab dll tetapi hal tersebut tidak cukup sebagai rumusan strategis sebab basis gerakannya Parsial dari berbagai golongan dan sulit disatuhkan sebab kepentingan yang berbeda-beda baik dari segi politik dan ekonomi,
konsolidasi kerajaan melalu Lobby-lobby Politik Soekarno untuk menyatakan diri begabung dalam NKRI sukses pada fase-fase terakhir perjuangan walaupun tekanan Bindia Belanda pada saat itu terus menerus dilancarkan dengan Politik pengasingan.

Negara Indonesia yang berdiri dari rentetan pergolakan panjang yang berdarah-darah setelah Indonesia merdeka tantangan baru yang jelas di depan mata ialah fakta Indonesia yang sangat Heterogen atau Plural menjadikan sebab terjarinya tarik penarik kepentingan Ideologi yang mewakili masing-masing kelompok, jalan tengahnyan dengan Gagasan Trikotomi Politik Nasakom (Nasionalis, Agamis, Komunis) tetapi hal tersebut tidal cukup mendamaikan ke tiga kutub yang bersebrangan pandangan, puncaknya ketika terbitnya Piagam Jakarta yang membuat gusar kelompok Nasionalis sebab mereka berpandangan perjuanga Indonesia yang awalnya tidak berlandaskan salah satu golongan tersebut telah dihianati dengan terbitnya piagam jakarta  menghinati janji persatuan tersebut, lempar gagasan antara kelompok Agamis dan Nasionalis mengenai sila pertama dalam Pancasila tetapi hal tersebut tidak berlangsung lama dengan semangat Kompromis golongan Agamis yang mengedepankan manfaat, Esensi dan Tujuan syariat Islam maka disepakatilah Pancasila pada sila pertama yakni Ketuhanan yang Maha Esa. Pancasila tidak lain merupakan Common Values dari berbagai pandangan Filosifis Nusantara, Sebagai Ijtihad penyerderhanaan Kalam Allah yang terkadang sulit difahami oleh mahluknya, Pancasila merupakan Inti sari ajaran Agama dimana butir mengalir pokok-pokok ajararan-NYA. Posisi Agama di indonesia bukanlah Simbolik atau Sekularistik akan tetapi merupapak simbilolistik harmonis sebagai Standar referens Values  perumusan dasar dan arah Negara indonesia menuju kemerdekaab absolut.

Melawan takdir adalah melawan Tuhan, jika pancasila meruapkan Takdir dari Tuhan maka melawan Pancasila adalah Melawan Tuhan, melanggar hasil Konsensus tidak dibenarkan dalam ajaran Agama barang siapa yang melanggarnya akan mendapat ganjarannya.

Dari uraian tersebut di atas dapat kita simpulkan bahwa PANCASILA lahir bukan dari ruang tanpa dinding  kokoh sebab Pancasila hadir dari ruang yang utuh baik dari segi historis,Filosofis maupun Teologis dan takdir Tuhan yang menjadikannnya.

Masamba 5 Mei 2018

Jumat, 06 Januari 2017

KEDAULATAN NKRI DALAM BAYANG-BAYANG ANCAMAN


Mengingat kembali Pidato-pidato bung Soekarno dalam beberapa momentum perjuangan pra dan pasca kemerdekaan tentang negara indonesia yang harus berdaulat dari segala aspek menghantarkan kita pada sebuah pertanyaan fundamental yakni apakah negara kita masih diatas garis kedaulatan dan mengingat prasyarat terbentuknya sebuah negara bangsa ialah kedaulatan sebab kedaulatan merupakan hal yang sangat fundamental pada setiap negara,  sayangnya beberapa dekade terakhir bangasa kita mendapat tekanan dan
Ancaman  Transnasional diantaranya pada aspek Ideologi,  Ekonomi Politik, social dan budaya, yang kini merupakan ancaman yg nyata bukan lagi sebuah  wacana belaka sebab Ancaman ideologi transnasional tersebut sangat berkontribusi besar menumbuhkan dan menyebar luaskan Konflik  horizontal hingga benturan-benturan kecil ditingkatan grass root, walaupun di lain sisi konflik yang terjadi di masyarakat  disebabkan oleh Kungkuangan Memori Kolektif masa lalu Masyarakat dan juga Dikotomi terhadap kelompok mayoritas dan minoritas. Benturan kepentingan  Ekonomi politik global yang terjadi berimbas pada gejolak di NKRI
Salah satu dampaknya yang belakang ini tejadi yakni  persoalan isu-isu SARA khsusunya yang akhir-akhir ini mencuat yakni persoalan  Etnis dan keagamaan hal itu tidak lain di sebabkan terdapat  beberapa kelompok Etnis dan Agama yang terkungkung di ranah hakikat dan syariat dengan memaksakan kebenaran terhadap orang goloangan dan aliran lain. Di tambah lagi dengan terbukanya keran Masyarakat ekonomi Asean (MEA)  yang menghantam SDM dan SDA yang ada di Indonesia yang berimplikasi pada ancaman kedaulatan yang semakin kompleks

NKRI hadir sebagai nation state yang hadir melalu gejolak dinamika perlawanan dan peperangan rakyat , oleh para perjuangan dan penggagas kemerdekaan Indonesia.
Pancasila harus selalu menjadi fundamen  dalam berbangsa dan bernegara dari segala aspek  demi terbentuknya  peradaban bangsa yang akan menjadi blue print negara yang berkeadaban,  sepanjang sejarah negara bangsa  Piagam Madina dan Pancasila sebab kedua Asas Negara tersebut lahir dari kesepakatan bersama golongan demi menciptakan system ideal bernegara yang dapat mengakomodir segala kepentingan penduduk Negara

Kedaulatan NKRI  Tanggung jawab siapa??

Menjaga Kedaulatan NKRI merupakan Tanggung jawab Negara beserta instrument-intrument kenegaraan, peran aktif masyarakat serta Generasi muda untuk mengkaunter segala jenis ancaman terhadap kedaulatan NKRI
Sebab  kolonialisme dan imprealisme yang merupakan momok utama terhadap kedaulatan terjadi dikarenakan oleh latensi ledakan penduduk dan defisit Sumber daya alam (SDA) sumber daya Manusia (SDM)
Segala Varian gerakan ancaman tersebut memiliki kecendrungan merongrong kedaulatan NKRI baik internal maupun eksternal  Negara

Pada akhirnya kita harus siapa berhadap hadapan dengan segala macam hal yang dapat mengancam kedaulatan NKRI Sebab kedepannya ancaman-ncaman Terhadap NKRI akan semakin multipolar seiring dengan semangat kita bersama ingin memajukan kehidupan bangsa Indonesia.

Makassar, 7 Januari 2017
Sekret FKBS
Muh.Qadri

Senin, 02 Januari 2017

Pagi pagi

"Pagiku begini, bait selalu mempesona di lingkaran  budiku walau daya melambai mengusap tubuhku agar aku berhenti berkata pada pagi-pagi, Mau apa lagi inilah pagiku, seperti ini aku diawal pagi sebab fikirku daya akan mati meninggalkan budi yang abadi untuk para jasad yang berbudi"

Sabtu, 27 Agustus 2016

GADIS BERJUBAH



Kita besama di usia belia tanpa tatapan
Waktu membawa kabar masa dewasa
kutebak wajah gadis berjubah sedang menatap memancarkan bahagia di kelopak mata
Lenggok tubuh merayu nampak keindahan cipta
Jangan biarkan jasad ini merana tanpa sentuhan senyum manis menyejukkan hati
Ku sampaikan, ragaku kaku menyebut kata
Ku diam, hatiku gemetar mananti suara
Kusentuh jasadmu melambai melupakan
 Ku coba memadamkan rasa, akhirnya aku merana
 Ku tebar bunyian kata seksi untuk menyeruh jiwa raga
Ku sapah senyummu harap menusuk rasa
Lalu aku gelisah menanti nama
Ku undang kau memasuki ruang rasa mencontoh kisa cinta Ali-fatimah
Harap Akhir cerita akan hingga pada masa sumpah Agung 
Atau hanya akan mendatangkan musibah rasa pedih lalu air mata
Tetapi kudengar sabda risalah
jangan putus asamu
sebab jika jasad tak sanggup menatap mesra Jiwa akan bertermu bersatu dalam kudus"


Masamba 10 juni 2016 Muh.Qadri

SAJAK LUPA



Aku malu pada maha Agung
Merasa larut dalam air secangkir susu,kopi
Putih saatku ingat, pahit terasa saatku ingkar
Kunikmati campuran yang terasa manisnya masa
Tak sadar hingga terbawa dlm jagad penuh rasa sesal raga
Dayaku lumpuh tak mampu membaca karya suci dari maha Agung
Rasaku menjerit dalam jasad memaksa ingkar
Ku harap sudalah gelisah masa ini
Biar aku jauh melepaskan ruhsuci dari jasad
 Lakuku sial tergiring Sebab sesalku tiada waktu tuk padam
hanya menunggu jadwal bercinta pada kesucian Agung
Harap akhir dapat bersuka cita walau duka

Muh.Qadri

NEGERI 1/2 HATI



Antara Nusantara
Ratusan tahun penuh sesak,duka lalu bernafas lega
tapi kini Negara rapuh bersama letusan-letusan emas,nikel,gas, batu bara
Rakyat meraba pada setiap jengkal sawah,ladang,laut menanti harap
Nelayan, petani menggarap limbah kontrak negara
Ladang takkunjung basah, sungai, laut takkunjung berbau amis
Sudahlah, hentikanlah kata negeri kaya
 Sebab sumpah janji telah tenggelam di perut-perut gedung negara
Lalu apa kabar sahabtku di gedung produksi, masihkah engkau buruh???
Hahahah... Kita berada pada nasi yang sama
Duka takkunjung pulang
Merdeka takkunjung datang
Jajasahan dari negeriku mencipta lara

MALU AKU MALU



Aku malu saat aku mulai berkata malu
Malu setiap waktu aku lupa
Malu saat ku sadar aku lupa
Malu ketika setiap tarikan nafas
Malu aku berjalan tanpa jalanmu
Malu aku merasakan Malu aku membayangkan sempurnamu
Malu merasa baik, sehat, kuat
Malu saat merasa tahu tetapi tak tahu
Malu aku dengan lakuku aku bertambah malu sedang menulis setiap sajak
malu Malu mendengar sajakmu tanpa rasa Malu
saat mengucap pinta menyebutpun aku malu lalu lupa
Malu saat hadir di setiap ritual suci perintah langit
Sebab maluku Tak mampu bersandar Pada pemangku Agung yang tak mengenal malu.


Makassar 20 juli 2016
Muh.Qadri